Wednesday, May 31, 2006

Surat Terbuka untuk Bangsa Indonesia...

Aku menangis...
Melihat negeri ini terluka
Aku teriris..
Melihat jiwa-jiwa yang tetap saja membeku

Tak puas kita
Dengan kinerja SBY dan siapa pula itu
Mengapa lamban
Mengapa kacau balau
Mengapa tidak terkoordinasi
Buat apa pula ada presiden berkomando disana
Tetap saja korban menjerit menangis tak tersentuh

Lalu apalah kita ini
Dengan segala teori koordinasi kita yang luar biasa brilian
Harusnya begini
Harusnya begitu
Harus prioritaskan ini dan itu
Harusnya semua beres res dan happy ending

O, masih ada lagi
TUAN-TUAN/NYONYA PENUH KEPENTINGAN
Duduk manis terhormat sebagai wakil rakyat
Sibuk menuding dan mengecam
Mengapa pula tidak melepaskan bajumu
Telanjang terjun bersama kesana
Bergeraklah dalam laku badan
Bukan sekedar omongan keluar
Bantulah itu presiden dan sederet relawan yang kau kecam
Buktikan teori brilianmu
Negeri ini tokh milik kita semua

Lalu kemana perginya segala macam aliansi penyelamat bangsa
Kemana pula mereka yang sekedar menelurkan segala macam deklarasi
Bukankah sekarang saat yang tepat untuk mempraktekkan
`menyelamatkan bangsa`??


Mengapakah engkau
Tetap saja saling menyudutkan
Buang saja segala omong kosong itu

Negeri ini bukan milik presiden saja!
Negeri ini bukan milik segelintir orang saja!

Kenapa kita masih saja
Merasa paling pintar dan benar
Duduk manis di tempat kita
Menonton tv membaca koran segala macamnya

Aku bukanlah anggota partai manapun
Aku tidak mengidolakan siapapun
Aku tidak punya kekuasaan apapun
Atau apapun itu yang bisa membuatku didengar

Tapi aku sudah muak dengan anda-anda
TUAN-TUAN/NYONYA PENUH KEPENTINGAN!
Hentikan senyum sinis kalian
Jangan pernah buka mulutmu untuk memanipulasi
Kecerdasan tidak selayaknya digunakan untuk itu
Kekuasaan tidak selayaknya untuk membuat kalian buas

Apalah kita ini manusia yang dipenuhi kesombongan
Di depan Sang Pencipta, kita hanyalah setitik debu....

Aku rindu pada hati yang tulus
Yang saling membantu dalam diam
Rindu aku pada nurani
Tempat kita saling menentram
Bukan saling menerkam seperti sekarang...

Apa yang terjadi pada alam kami ya Tuhanku,
Karena engkau pasti sangat menyayangi kami
Hingga tak lelah hati ini terus diketuk
Hati yang sudah terlalu jauh membeku dan terbutakan

Jakarta, Hari terakhir bulan Mei 2006

3 Comments:

At Friday, June 02, 2006 1:09:00 AM, Anonymous Anonymous said...

Andai kita ada dalam komunitas individu2 yang punya rasa dan sudut pandang yang sama (yang juga hidup seperti kita bukan dari mana-mana bukan siapa-siapa) tentang segala persoalan bangsa yang ada alangkah enaknya kita bicara..tapi mungkin ini tantangan buat Epti, aku, dan semua orang yang juga merasakan kejanggalan2 seperti ini untuk berbuat agar kita semua berhenti hidup saling menyalahkan dan menghujat bangsa sendiri.

peace,
-yani-

 
At Friday, June 02, 2006 6:38:00 AM, Anonymous Anonymous said...

Bagus. Aku tahu bakatmu dari dulu.
Cocok jadi PR tapi lbh cocok lagi jadi Jurnalis Media Elektronik.
Apalagi kamu cantik seperti fotomu.

Jangan marah ya, kangen, lama nggak surat2an dengan kamu.

Pengen ke Yogya kemarin waktu bencana, tapi terikat jadwal yg sngt padat dgn anak2 FK disini, so jadi provokator aja memberi semangat & tukar pengalaman pada 25 Dr dan 109 Paramedis dari Bali yg berangkat (dgn bis) hari sabtu kelabu itu jam 14.00, dan tiba jam 04.00 subuh hari minggu. Ditempatkan di RS Panti Rapih dan RSU Bantul.

Tuhan memberkati kamu
Btw, udah jadi nikah?
k'lo blm cepet ya. Ntar disambar Garfield lho.
'luv U (terutama kepekaan sosial dan kecerdasan kamu.)

Tapi jgn terlalu menunjukkan kepintaran kamu ya, kebanyakan cowok punya "male ego" yg luar biasa tingginya, apalagi cowok Asia. So belagak bego sedikit ghetoo lohh. Biar yg ngnatri banyak, cuma siap2, risikonya ya ketemu cowok2 infantil semua.

Erick Tapan Ringing bell di kepala gw, kalo gak salah lulusan FK-Unsrat di Manado, demikian juga dgn yg tinggal di Yogya, tapi lulusan FK-Unud di Bali itu (Dani Iswara), kenal dimana ?

peluk dari gw (peluk haru lhoo)
Salam buat Donald Trump

MSMM
Denpasar - Bali

 
At Thursday, June 15, 2006 2:57:00 AM, Blogger The Ibrahims said...

Hi Epta,

Nggak sengaja mampir ke blog kamu dan baca beberapa tulisanmu. Keep writing ya, aku seneng bacanya. Karena bahasamu sangat mudah dicerna dan nggak aneh-aneh. Lugas sekali. Bravo...

 

Post a Comment

<< Home