Wednesday, August 30, 2006

Bercinta dengan Ara 6

enam.

Satu tahun. Bulan-bulan panjang yang menyesakkan. Salju begitu pekat di pertengahan Desember. Keris menikmati kopinya dari balik jendela apartemennya. London yang membeku.

***

``Keris..``

Bunda menarik nafas panjang. Naira tidak lagi memanggil Ara dalam tidurnya. Seingatnya, ia hanya pernah sekali bertemu dengan Keris. Waktu itu ia mengantar Nai pulang. Pria yang baik dan hangat. Hanya saja, Nai terlihat sangat marah saat itu. Nai tidak pernah bercerita tentang Keris.

Setidaknya, semoga Nai tidak lagi mengingat Ara.

Kami bahkan harus berusaha sangat keras untuk melupakanmu, Nak.. Maafkan Bunda, sayang..

Aku tidak pernah mengenakan baju yang sama pada mereka. Bahkan sejak lahir, mereka harus dibuat mengerti supaya tidak selalu tampak sama. Ara lahir sepuluh menit lebih awal dari Naira. Ia sudah sangat melindungi Nai sejak kecil. Mungkin jauh sebelum lahir pun keterikatan batin itu sudah terbentuk.

Tapi aku tidak pernah mengerti bagaimana ikatan batin itu bisa menorehkan luka yang sedemikian dalam. Mereka kembar dalam segala hal. Di usia lima tahun aku menangkap sorot mata yang sama di mata keduanya. Sorot mata yang tak pernah bisa aku lupakan. Mereka saling melindungi satu sama lain, ikatan yang tak mengijinkan orang luar untuk ikut masuk ke dalamnya. Bahkan sebagai Ibu, aku tidak pernah bisa benar-benar menyelami jiwa mereka.

White casablanca lily. Bunga yang selalu Ara berikan pada Nai. Bunda mencium kelopaknya yang mekar sempurna. Ada tiga tangkai yang masih segar di jambangan, Bunda menyatukannya dengan tiga tangkai yang dibawanya.

Nai baru saja mengunjunginya..

Bunda tersenyum. Air mata menyapu bibirnya yang bergetar. Sedetik kemudian, tubuhnya terguncang dalam tangis.

Angin menerbangkan aroma white cassablanca lily ke udara, menari-nari bersama daun-daun kamboja yang jatuh ke tanah.

Bunda mencium tanah peristirahatan Ara dalam ketenangan yang sepenuhnya ia nikmati.

6 Comments:

At Wednesday, August 30, 2006 6:27:00 PM, Anonymous rymnz said...

dooh dikit2 amat....

 
At Wednesday, August 30, 2006 7:42:00 PM, Blogger eptia said...

ahahaha..
abis nyolong-nyolong sambil kerja niih.. :)

 
At Thursday, August 31, 2006 1:35:00 AM, Anonymous Anonymous said...

Dear eptia, mau donks temu artis...... paling nggak jumpa pers deh....

muaachhh....

enka

 
At Monday, September 04, 2006 10:07:00 PM, Anonymous Anonymous said...

J I K A........

Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit olehkarena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang....
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.....

enka

 
At Wednesday, September 06, 2006 7:00:00 PM, Anonymous Anonymous said...

oh.. jadi itu rahasianya ara.
*yannov*

 
At Sunday, September 10, 2006 8:31:00 PM, Anonymous Anonymous said...

tambah lama tambah menarik nii
alurnya maju mundur..ada pecahan di sana sini..teknik yg bagus :)
epti emang TOP
-paul ardhi

 

Post a Comment

<< Home